BERITA

Detail Berita

SMANSATAPTA BANGKIT : "Wujudkan Sekolah Inklusif, 45 Guru Zonasi SMAN 1 Tanjung Palas Tengah Ikuti Bimtek Penanganan PDBK dan PDPD"

Minggu, 13 September 2026 05:27 WIB
12 |   -

TANJUNG PALAS TENGAH – Langkah nyata dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif terus digelorakan SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Sebanyak 45 pendidik yang terdiri dari guru TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA di wilayah zonasi SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Intervensi Dasar Guru dalam Menangani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) dan/atau Peserta Didik dengan Disabilitas (PDPD) pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan tersebut sebagai rangkaian Program SPPPI 2026 dari Kemendikdasmen, dimana SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah ditunjuk sebagai Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Insklusi .

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 16.00 WITA ini dipusatkan di Aula SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Pelatihan diselenggarakan untuk memberikan pembekalan praktis bagi para pendidik dalam merespons kebutuhan belajar anak-anak berkebutuhan khusus secara adil dan tepat di kelas inklusif.

Dukungan Penuh Sekolah dan Komite

Acara diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan ketua panitia, serta pembukaan resmi oleh Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, Eko Purwanto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran pendidik sebagai garda terdepan dalam menghadirkan ruang belajar yang ramah bagi seluruh murid tanpa terkecuali.

Turut hadir memberikan dukungan penuh, Ketua Komite Sekolah H.Mustapa, S.PdI. Kehadiran pihak komite sekolah mempertegas komitmen bersama antara sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif dan berkelanjutan.


 

Eksplorasi Media Adaptif dan Simulasi Praktis

Hadir sebagai narasumber utama adalah Rahma Yunaini, S.Pd., M.Pd., seorang praktisi dan guru dari SLB Negeri Tanjung Selor. Beliau membawakan materi yang tidak hanya sarat konsep, tetapi juga berfokus pada praktik interaktif.

Setelah pengerjaan pretest untuk mengukur pemahaman awal, peserta memasuki Materi 1 yang mengupas pengenalan serta eksplorasi beragam media pembelajaran khusus dan adaptif bagi PDBK serta PDPD.

Usai rehat coffee break, agenda berlanjut ke Materi 2 berupa workshop dan praktik langsung. Dalam sesi ini, para guru diajak mempraktikkan simulasi penggunaan media pembelajaran adaptif yang disesuaikan dengan ragam kebutuhan unik murid di kelas.

Pendampingan Micro Teaching dan Evaluasi

Setelah jeda ISHOMA, antusiasme peserta tetap terjaga pada sesi Materi 3, yaitu pendampingan praktik intervensi dasar di kelas. Melalui simulasi micro teaching, para guru berlatih menerapkan strategi intervensi dasar saat menghadapi hambatan perilaku maupun hambatan belajar murid di kelas inklusif.

Memasuki Materi 4 , peserta mempresentasikan hasil simulasi intervensi yang telah dipraktikkan. Narasumber memberikan ulasan (review) dan umpan balik (feedback) mendalam untuk menyempurnakan pemahaman peserta. Rangkaian evaluasi ini ditutup dengan pengerjaan post-test guna mengukur peningkatan kompetensi guru selama pelatihan.

Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Sebagai penutup rangkaian kegiatan pada pukul 15.45 WITA, seluruh peserta melakukan refleksi dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). RTL ini menjadi panduan konkret bagi para guru untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, diharapkan para pendidik di lingkungan zonasi SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah semakin siap, adaptif, dan percaya diri dalam mendampingi seluruh murid menuju pembelajaran yang inklusif, setara, dan berkualitas. (ekoborneo)

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini