SMANSATAPTA BANGKIT : " Wujudkan Pendidikan Ramah Semua Anak, SMAN 1 Tanjung Palas Tengah Gelar Sosialisasi Sekolah Penyelenggara Inklusi!"

BULUNGAN — Komitmen menciptakan ruang belajar yang adil, ramah, dan tanpa diskriminasi terus digelorakan oleh SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Pada Sabtu (1/8/2026), Ruang Pertemuan SMAN 1 Tanjung Palas Tengah menjadi saksi dilaksanakannya kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif yang berlangsung penuh antusiasme.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi para pendidik di wilayah Tanjung Palas Tengah dalam mendampingi setiap anak tumbuh dan belajar sesuai potensi uniknya.
Sinergi dan Komitmen Bersama Demi Pendidikan Tanpa Batas
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Komite SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, Ustad Mustapa, S.Pd.I. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan betapa krusialnya dukungan kolaboratif antara pihak sekolah, komite, serta masyarakat dalam merangkul semua murid tanpa terkecuali.
Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, Eko Purwanto, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan hangat sekaligus membuka kegiatan sosialisasi secara resmi. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab moral dan konstitusi untuk menjamin hak belajar setiap anak.
"Anak tidak pernah gagal belajar. Sistemlah yang kerap kali perlu kita sesuaikan agar mampu memfasilitasi cara belajar mereka yang berbeda-beda," tegas Eko Purwanto saat membuka acara.

Sajian Materi Edukatif dari Narasumber Pakar
Suasana sosialisasi makin hidup dan interaktif saat memasuki sesi pemaparan materi dari dua narasumber hebat yang merupakan pendidik di SMAN 1 Tanjung Palas Tengah:
- Imam Bashori, S.Pd., M.Pd. (Guru Pendamping Khusus / GPK PDBK/ABK) Mengupas tuntas mengenai fondasi dan konsep dasar inklusi, pemetaan 11 kategori Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK), hingga konsep strategi "5 Gigi Persneling Kurikulum". Beliau membedah mitos-mitos seputar sekolah inklusi dan menunjukkan bagaimana adaptasi kurikulum yang fleksibel dapat diterapkan di kelas reguler.
- Anissah Fadila Taharani, S.Pd., M.Pd. (Guru Bimbingan Konseling) Fokus menyoroti sisi pendampingan emosional, pembuatan profil belajar siswa, hingga penguatan ekosistem dukungan psikologis di sekolah. Beliau menekankan pentingnya peran guru BK dan kawan sebaya (peer support) dalam mencegah perundungan (anti-bullying) serta membangun empati di lingkungan belajar.

Kolaborasi Lintas Sekolah se-Tanjung Palas Tengah
Tak hanya diikuti oleh guru internal SMAN 1 Tanjung Palas Tengah, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan pendidik dari berbagai satuan pendidikan di sekitar wilayah Tanjung Palas Tengah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga MTs. Diskusi interaktif dan pembahasan studi kasus yang diangkat para narasumber berhasil membuka cakrawala baru bagi para peserta mengenai praktik inklusi yang nyata dan mudah diterapkan.
Melalui agenda sosialisasi ini, SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah menegaskan posisinya sebagai pionir sekolah yang siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi keberagaman murid. Inklusi bukan sekadar menempatkan murid di dalam kelas, melainkan membangun pola pikir dan lingkungan yang siap merangkul perbedaan. (eko.borneo)
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini