BERITA

Detail Berita

SMANSATAPTA BANGKIT :" Wujudkan Pendidikan Ramah Anak, SMAN 1 Tanjung Palas Tengah Gelar Pelatihan Griyaan Penyusunan Modul Ajar Reguler dan Inklusi "

Jumat, 30 Januari 2026 12:24 WIB
52 |   -

TANJUNG PALAS TENGAH , 30/01/26 – Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka yang berpihak pada murid, SMAN 1 Tanjung Palas Tengah menggelar Pelatihan Griyaan (Workshop) pada Kamis (29/01/2026). Bertempat di Ruang Perpustakaan yang tenang dan inspiratif, kegiatan ini fokus pada penyusunan modul ajar yang mampu mengakomodasi kebutuhan murid reguler maupun inklusi. Hadir dalam kesempatan tersebut narasumber dari SLBN Tanjung Selor, Rahma Yunaini, S.Pd.

Menyelami Karakteristik Murid

Pelatihan ini berangkat dari kesadaran bahwa setiap anak memiliki "sidik jari" belajar yang berbeda. Para guru diajak untuk tidak lagi menggunakan pendekatan one-size-fits-all (satu metode untuk semua), melainkan menyusun perangkat ajar yang berimplikasi langsung pada karakteristik dan cara belajar murid yang beragam.

"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun siswa yang tertinggal di belakang. Baik mereka yang belajar dengan cepat secara visual, maupun mereka yang memerlukan perhatian khusus dalam kelas inklusi, semuanya harus mendapatkan hak belajar yang setara," ujar Kepala SMAN 1 Tanjung Palas Tengah dalam sambutannya.

Modul Ajar: Jembatan Perbedaan

Selama kegiatan berlangsung, para pendidik terlibat aktif dalam lokakarya penyusunan modul. Terdapat dua poin utama yang menjadi sorotan:

  1. Modul Ajar Reguler Berdiferensiasi: Guru merancang aktivitas kelas yang bervariasi sesuai dengan gaya belajar (Visual, Auditori, dan Kinestetik).
  2. Modul Ajar Inklusi: Fokus pada modifikasi materi dan asesmen bagi siswa berkebutuhan khusus agar tetap relevan dengan Capaian Pembelajaran (CP) tanpa memberikan beban berlebih pada siswa.

Suasana Kolaboratif di Perpustakaan

Pemilihan Ruang Perpustakaan sebagai lokasi pelatihan memberikan nuansa literasi yang kental. Diskusi antar-guru berlangsung hangat, saling berbagi praktik baik tentang tantangan yang dihadapi di kelas selama ini.

"Pelatihan ini membuka mata kami bahwa inklusi bukan sekadar menempatkan siswa di kelas, tapi bagaimana kami sebagai guru menyiapkan 'pintu' yang tepat agar mereka bisa masuk ke dalam materi pembelajaran," ungkap salah satu guru peserta.

Langkah Kedepan

Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan modul ajar yang telah disusun dapat langsung diimplementasikan pada semester ini. SMAN 1 Tanjung Palas Tengah berkomitmen untuk terus menjadi sekolah yang inklusif, inovatif, dan menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh siswa untuk tumbuh sesuai kodratnya. (ekoborneo)


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini