BERITA

Detail Berita

SMANSATAPTA BANGKIT : "Tingkatkan Kompetensi Pendidik, SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah Gelar Workshop Penanganan Murid Berkebutuhan Khusus"

Senin, 31 Agustus 2026 10:02 WIB
2 |   -

Kegiatan merupakan bagian dari Program Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusi (SPPPI) 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Salimbatu, Tanjung Palas Tengah — Sabtu, 29 Agustus 2026

Doc. Narasumber Siti Maliha, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog memaparkan materi mengenai perbedaan konsep equity dan equality dalam layanan pendidikan inklusi.

SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah menggelar workshop bertajuk “Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Menangani PDBK dan/atau PDPD” (muridBerkebutuhan Khusus dan/atau muriddengan Potensi Disabilitas) pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di aula sekolah setempat. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA dan diikuti oleh para pendidik dari jenjang TK/PAUD, Sekolah Dasar, SMP/MTs, hingga SMA se-Kecamatan Tanjung Palas Tengah.

Workshop ini merupakan bagian dari Program Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusi (SPPPI) Tahun 2026 yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui program tersebut, SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah ditunjuk sebagai satu-satunya Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusi di Provinsi Kalimantan Utara, sehingga sekolah ini memiliki tanggung jawab untuk memperkuat kapasitas para pendidik di wilayahnya dalam mendampingi muridberkebutuhan khusus.

Doc. Jajaran yang hadir dalam pembukaan kegiatan, termasuk unsur komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, Eko Purwanto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh pendidik dalam memahami dan menangani kebutuhan belajar muridyang beragam, sejalan dengan amanat sekolah sebagai penyelenggara pendidikan inklusi di Kalimantan Utara. Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Komite SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah sebagai bentuk dukungan dari unsur masyarakat dan orang tua muridterhadap program ini.

Bertindak sebagai narasumber utama adalah Siti Maliha, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, dosen dari Universitas Borneo Tarakan. Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan sejumlah materi yang menjadi bekal penting bagi guru dalam mendampingi muridberkebutuhan khusus, di antaranya:

  • Konsep Pendidikan Inklusi dan Kebijakannya — memahami landasan filosofis, regulasi, serta arah kebijakan pendidikan inklusi di Indonesia.
  • Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus — teknik dan indikator awal yang dapat digunakan guru untuk mengenali kebutuhan khusus muridsejak dini.
  • Manajemen Perilaku Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kelas — strategi praktis pengelolaan perilaku muriddi dalam kelas inklusif.
  • Universal Design for Learning (UDL) — pendekatan perancangan pembelajaran yang fleksibel agar dapat diakses oleh seluruh muriddengan beragam karakteristik dan kebutuhan belajar.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah ilustrasi “Equity versus Equality”, yang menggambarkan perbedaan mendasar antara memperlakukan semua muridsecara sama rata (equality) dengan memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing murid (equity). Narasumber menjelaskan bahwa prinsip equity inilah yang menjadi ruh dari layanan pendidikan inklusi di sekolah.

Doc. Suasana kegiatan  workshop di aula SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya menerima paparan materi, tetapi juga dilibatkan dalam sesi diskusi dan latihan praktik langsung, termasuk pemetaan karakteristik muriddi sekolah masing-masing menggunakan papan tulis sebagai media curah pendapat. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi yang berlangsung hampir sehari penuh tersebut.

Melalui workshop ini, para guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Tanjung Palas Tengah diharapkan semakin siap menciptakan lingkungan belajar yang ramah, adaptif, dan inklusif bagi seluruh murid, termasuk muridberkebutuhan khusus dan muriddengan potensi disabilitas. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal penguatan SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah dalam menjalankan perannya sebagai Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusi di Provinsi Kalimantan Utara. (ekoborneo)


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini