BERITA

Detail Berita

SMANSATAPTA BANGKIT: "Tak Ada Lagi Anak Terbelakang! SMAN 1 Tanjung Palas Tengah Gelar Bimtek Penginputan Data Inklusi (PBS & Dapodik)"

Senin, 28 September 2026 06:44 WIB
14 |   -

TANJUNG PALAS TENGAH, 26/9/26 — Pendidikan inklusif bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan komitmen nyata untuk merangkul setiap anak tanpa terkecuali. Bertempat di Ruang Pertemuan SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, digelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Data Inklusi (PDBK/PDPD) ke Aplikasi Profil Belajar Siswa (PBS) dan Dapodik. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Program SPPPI Tahun 2026. Kegiatan Bimtek tersebut menghadirkan sinergi lintas jenjang yang diikuti oleh para guru dan operator Dapodik dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA di wilayah zonasi SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah

Sambutan Hangat Kepala Sekolah: Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Acara dibuka secara resmi melalui sesi pembukaan dan sambutan hangat dari Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, Eko Purwanto, S.Pd., M.Pd. didampingi oleh pengurus Komite Sekolah. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menegaskan pentingnya kolaborasi dan rasa kepedulian bersama antar jenjang pendidikan di wilayah zonasi Tanjung Palas Tengah.

"Pendidikan yang adil adalah pendidikan yang memberikan ruang tumbuh bagi setiap anak sesuai dengan keunikan dan potensinya. Melalui Bimtek ini, kita menyatukan langkah dari jenjang PAUD hingga SMA agar tidak ada satu pun anak berkebutuhan khusus yang luput dari layanan pendidikan terbaik. Mari kita jadikan sekolah-sekolah di wilayah kita sebagai rumah belajar yang ramah, terbuka, dan inklusif bagi siapa saja," ujar Kepala Sekolah saat membuka kegiatan secara resmi.

PBS: Navigasi Cerdas Mengurai Kebutuhan Murid

Sesi pagi diawali dengan pemaparan materi dari Dra. Umi Cholifah, Pengawas Sekolah bidang PKLK/SLB, yang bertindak sebagai narasumber utama. Dalam sesi ini, beliau mengupas tuntas pentingnya Aplikasi Profil Belajar Siswa (PBS) sebagai navigasi utama dalam ekosistem pendidikan inklusi. Tanpa pemetaan PBS yang rinci, kesulitan fungsional yang dialami murid sering kali tidak terdeteksi atau bahkan disalahpahami.

"Profil belajar bukan tentang memberikan label pada batas kemampuan siswa, melainkan alat bantu bagi pendidik untuk merancang jembatan menuju potensi sejati mereka,".

Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung berpraktik menginput data profil murid. Dra. Umi Cholifah memandu peserta memetakan 8 instrumen identifikasi utama, yang meliputi:

  • Identifikasi Kesulitan Fungsional: Berpatokan pada panduan identifikasi dan asesmen Kemendikdasmen.
  • Informasi Umum Kesehatan & Medis: Rekam kondisi fisik dan kesehatan murid di sekolah maupun rumah.
  • Aksesibilitas & Pergerakan: Kebutuhan mobilitas murid di lingkungan satuan pendidikan.
  • Kelebihan & Potensi: Penggalian minat dan bakat di bidang seni, olahraga, bahasa, hingga karakter.
  • Kebutuhan Pendampingan: Penyesuaian khusus saat proses pembelajaran berlangsung.
  • Alat Bantu Khusus: Identifikasi perangkat pendukung yang dibutuhkan murid.
  • Kesimpulan & Rencana Tindak Lanjut (RTL): Formulasi langkah konkret intervensi di kelas.

Penjelasan ini membuka wawasan para pendidik mengenai pentingnya memahami matriks sensori murid (Visual, Auditori, Kinestetik) untuk merancang Pembelajaran Berdiferensiasi. Dengan data PBS, guru dapat menyesuaikan konten, proses, maupun produk pembelajaran tanpa perlu terbebani oleh administrasi yang rumit.

Akurasi Data Dapodik: Kunci Layanan Hak Pendidikan

Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan bersama Tambang Hirianto, S.Ag, yang memandu teknis penginputan data Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) ke dalam sistem Dapodik.

Dalam sesi ini, para operator Dapodik diajak melakukan simulasi langsung mulai dari pengenalan menu khusus inklusi, penginputan variabel kebutuhan khusus, pemutakhiran data berkala, hingga prosedur verifikasi validasi data. Integrasi data yang akurat antara PBS dan Dapodik menjadi jaminan mutlak agar murid mendapat perhatian, fasilitas, serta intervensi kebijakan yang tepat dari pemerintah.

Sinergi Lintas Jenjang Demi Sekolah Inklusif

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif antara guru dan operator Dapodik. Kolaborasi lintas jenjang dari TK/PAUD hingga SMA ini menjadi bukti bahwa identifikasi awal menentukan masa depan murid. Deteksi dini sejak awal masuk sekolah terbukti mampu mencegah akumulasi kesulitan akademik sekaligus mempromosikan inklusi sosial secara aktif.

Melalui Bimtek ini, sekolah-sekolah di wilayah zonasi Tanjung Palas Tengah makin siap mewujudkan lingkungan belajar yang relevan, efektif, dan membebaskan—tempat di mana setiap murid terlihat, dipahami, dan difasilitasi dengan presisi. (ekoborneo).

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini