BERITA

Detail Berita

SMANSATAPTA BANGKIT : "Lewat Nada dan Cerita: SMAN 1 Tanjung Palas Tengah Gelar Lokakarya Membedah Musik Tradisional Suku Tidung di Balai Adat Salimbatu"

Kamis, 1 Oktober 2026 10:14 WIB
5 |   -

SALIMBATU,01/10/26 – Semangat pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda terus membara! Berlokasi di Balai Adat Suku Tidung, Desa Salimbatu, SMAN 1 Tanjung Palas Tengah sukses menggelar Lokakarya bertajuk "Membedah Musik Tradisional Suku Tidung: Lewat Nada dan Cerita" pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini dibuka langsung oleh Kepala SMAN 1 Tanjung Palas Tengah, Eko Purwanto, S.Pd., M.Pd., dengan didampingi oleh guru pembina, para tokoh adat setempat, serta narasumber utama.

Sambutan Kepala Sekolah: Dorong Generasi Muda Cintai Akar Budaya

Dalam sambutan pembukanya, Kepala SMAN 1 Tanjung Palas Tengah, Eko Purwanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi para murid dalam mengukir prestasi serta menjaga warisan leluhur.

"Program Talenta Musik Tradisional ini adalah kebanggaan sekolah kita. Melalui alokasi Dana BOS Kinerja Prestasi Tahun 2026, kami berkomitmen untuk memberikan ruang tumbuh terbaik bagi anak-anakku sekalian. Kami ingin kalian tidak hanya mahir memetik dan menabuh nada di atas panggung, tetapi juga benar-benar memahami jiwa, sejarah, dan nilai-nilai luhur di balik musik tradisional Suku Tidung. Tetaplah berprestasi dan jadilah generasi muda yang bangga akan identitas budayanya sendiri," pukas Eko Purwanto, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya.

Wadah Regenerasi Talenta Berprestasi

Lokakarya ini secara khusus ditujukan bagi murid-murid terpilih yang tergabung dalam program Talenta Musik Tradisional Suku Tidung SMAN 1 Tanjung Palas Tengah. Bukan tanpa alasan, kelompok musik sekolah ini telah mengukir rekam jejak prestasi yang membanggakan di tingkat regional maupun nasional:

  • Tahun 2024 & 2025: Berhasil meraih predikat Juara 1 di tingkat Provinsi Kalimantan Utara dan melenggang mewakili Kaltara ke ajang Tingkat Nasional.

  • Tahun 2026: Konsistensi prestasi terus terjaga dengan menyabet predikat Juara 3 di tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

Keberlanjutan pembinaan talenta muda ini terwujud berkat dukungan alokasi Dana BOS Kinerja Prestasi Tahun 2026, yang dimanfaatkan secara maksimal untuk mengasah kedalaman wawasan seni serta teknikal bermusik para siswa.

Menelusuri Akar Sejarah: Dari Kelimbangan hingga Akulturasi Harmonis

Hadir sebagai narasumber utama, Arjuna, S.Pd. (Penggiat Budaya Suku Tidung), memaparkan materi yang membedah keunikan serta perjalanan musik tradisional Ulun Pagun (Suku Tidung).

Dalam sesi materi, terungkap bahwa musik tradisional Tidung memiliki akar sejarah yang unik—sebuah perpaduan harmoni antara budaya asli pedalaman (rumpun Dayak Murut) dengan nuansa pesisir yang kental akan sentuhan Melayu-Islami.

Para peserta diajak mengenali lebih dalam instrumen-instrumen otentik Tidung, seperti:

  1. Kelimbangan: Instrumen perkusi bilah tertua dalam kebudayaan Tidung yang diperkirakan sudah ada sejak sebelum abad ke-13 (zaman Kerajaan Binalatung).

  2. Perangkat Musik Pendukung: Kombinasi instrumen seperti Lundang (I & II), Lintang, Agung, Lindung, Gelundang, Kelunting, hingga instrumen petik dan tabuh seperti Gambus, Rebana, dan Gong.

Lebih dari sekadar alunan nada, aransemen musik Tidung membawa pesan-pesan luhur berupa keramahan, kesopanan, dan kesantunan yang mencerminkan watak asli masyarakat Tidung.

"Lestarikan yang Asli, Kembangkan dengan Bijak!"

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam lokakarya ini adalah pendekatan pelestarian kontemporer. Arjuna, S.Pd. menyampaikan filosofi utama: "Lestarikan yang Asli, Kembangkan dengan Bijak!".

Anak-anak muda mendorong diri mereka untuk berinovasi dan memodifikasi aransemen musik agar lebih dinamis dan relevan dengan zaman. Namun, eksplorasi modernisasi tersebut tetap wajib memegang teguh pakem serta akar budaya asli yang diwariskan turun-temurun.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktis, di mana para siswa belajar membaca notasi kelimbangan (seperti lagu Kadandiyu) serta mempraktikkan secara langsung teknik menabuh instrumen di Balai Adat Salimbatu.

Melalui lokakarya ini, SMAN 1 Tanjung Palas Tengah membuktikan bahwa musik tradisional bukanlah sekadar kenangan masa lalu, melainkan identitas yang terus hidup, beradaptasi, dan membanggakan di tangan generasi Z! (ekoborneo).


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini