Bukan Cuma Jabatan! Pengurus OSIS SMAN 1 Tanjung Palas Tengah 2026–2027 Level Up Jiwa Leadership di Taman Bundayati
TANJUNG SELOR – Menjadi seorang pengurus OSIS bukan cuma soal memakai atribut atau sekadar berstatus sebagai pemimpin di sekolah. Lebih dari itu, kepemimpinan adalah tentang tindakan nyata, tanggung jawab, dan bagaimana menggerakkan tim menuju tujuan bersama.
Hal itulah yang ditanamkan dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi para pengurus OSIS SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah periode 2026–2027. Dilaksanakan pada Hari Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di Taman Bundayati Tanjung Selor, suasana terbuka dan asri bikin kegiatan LDK kali ini terasa beda, segar, dan full impact! 🍃✨
💡 Leadership = Attitude, Bukan Cuma Emblem di Baju!
Hadir sebagai narasumber utama, Erma Fatimah, S.Sos (Ketua Dewan Kerja Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Utara) membakar semangat para peserta dengan materi bertajuk "Lead Yourself, Lead Others".
Dalam pemaparannya, Kak Erma menegaskan bahwa jabatan hanyalah sebuah posisi, tetapi sikap dan tindakan nyata dialah yang menjadikan seseorang pemimpin sejati.
Para peserta diajak membedakan antara sosok "Bos" yang cenderung mengintimidasi dengan sosok "Pemimpin" yang menginspirasi. Kak Erma juga membedah 5 Pilar Utama Kepemimpinan:
- Vision 👁️ – Pemimpin paham ke mana organisasi akan dibawanya.
- Responsibility 🛡️ – Berani berkata "Ini tanggung jawab saya!" bukannya lempar batu sembunyi tangan.
- Communication 🗣️ – Mampu menyampaikan ide dengan jelas dan siap mendengarkan orang lain.
- Decision Making ⚖️ – Berani mengambil keputusan di tengah situasi sulit.
- Influence 📢 – Mampu menggerakkan orang lain secara sukarela, bukan sekadar memerintah.
🎭 Kenali Gaya Memimpin & Bangun Sinergi Tim
Nggak cuma bicara teori, peserta juga diajak mengenali 5 gaya kepemimpinan (Otoriter, Demokratis, Laissez-Faire, Transformasional, dan Situasional). Pemimpin yang efektif diajarkan untuk fleksibel dan peka membaca situasi serta kebutuhan anggotanya.
Selain itu, peserta mendapat pembekalan dari Modul Pendalaman Organisasi oleh Rachmad Nur Rachman. Di sini, peserta diajak memahami bedanya Kerja Sama (Cooperation) yang bersifat fungsional dengan Kekompakan (Cohesiveness) yang berbasis ikatan emosional dan kepercayaan.
Para pengurus OSIS diajak mengatasi penyakit organisasi seperti silo mental (ego sektoral) dan membiasakan budaya Radical Candor (tegas pada masalah, tapi peduli pada orangnya).
🎮 Simulasi Krisis & Games Seru: Menguji Taji di Lapangan!
Suasana Taman Bundayati mendadak riuh saat memasuki sesi simulasi dan games interaktif:
- Game "Pemimpin Rahasia": Peserta belajar bahwa pemimpin tidak selalu harus berdiri di paling depan, tetapi kadang perlu ada di tengah atau belakang untuk menjaga tim.
- Challenge "Mission Impossible": Dalam tantangan menyusun kartu angka, Ketua Tim dilarang berbicara! Game ini membuktikan bahwa leadership bukanlah tentang siapa yang paling banyak bicara, melainkan siapa yang paling efektif mengarahkan tim.
- Simulasi Krisis Organisasi: Peserta diuji dalam skenario darurat saat merancang acara besar. Dari masalah susunan acara belum rampung, pemotongan anggaran mendadak, hingga narasumber yang tiba-tiba batal hadir. Di sini, ketenangan, komunikasi, dan kecepatan mengambil keputusan benar-benar diuji!
🤝 OSIS & MPK: Solid, Tangguh, dan Siap Bawa Perubahan!
Melalui pelatihan ini, Pengurus OSIS SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah periode 2026–2027 makin memahami perannya sebagai wadah pengembangan diri, sekaligus mitra sejalan bagi Majelis Perwakilan Kelas (MPK).
Dengan berakhirnya rangkaian LDK pada Kamis sore tersebut, raut lelah di wajah para peserta berganti menjadi pancaran semangat baru. Selamat bertugas untuk Pengurus OSIS SMAN 1 Tanjung Palas Tengah Periode 2026–2027! Siap membawa perubahan positif dan menginspirasi seluruh warga sekolah! 🌟🎉(ekoborneo)
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini